News

Indonesia yang Optimis

Seperti yang kita ketahui saat ini, pemerintah masih gencar untuk menambah infrastruktur di Indonesia. Karena di tahun-tahun lalu masih ada banyak sekali ketertinggalan yang harus dikejar, yang saat selesai dibangun, ternyata hasilnya cukup memuaskan untuk masyarakat.

Dari berita-berita yang saya baca dan dengar, pemerintah masih menjadikan infrastruktur sebagai prioritas utama. karena itu adalah kunci dari pertumbuhan ekonomi berkualitas. Banyak negara maju yang infrastrukturnya sudah terintegrasi, mulai dari transportasi umum, bandara, hingga jalan tol.

Tentunya kita semua tahu, bahwa Indonesia memiliki banyak sekali Provinsi. Namun sayangnya, tidak semua memiliki sarana transportasi dan infrastruktur yang memadai. Maka dari itu pemerintah ingin agar seluruh warga Indonesia merasakan keadilan, contohnya dari infrastruktur yang bagus, sarana transportasi yang baik, harga bahan bakar yang tak menguras isi dompet, dan listrik untuk menerangi rumahnya.

Sebagai warga negara Indonesia, saya bangga dan senang sekali tinggal di Indonesia. Terutama semenjak saya dikenalkan oleh dunia berita oleh Papa. Walaupun awalnya pusing, tapi lama-lama saya jadi merasa lebih mengerti perjuangan pemerintah untuk memajukan Negara ini.

Sebenarnya kita pun bisa turut membantu dengan cara sederhana lho, misalnya selalu berpikiran optimis agar Indonesia bisa segera menjadi Negara yang maju. Jadi, jika pemerintah gencar melakukan pembangunan a, b,c, tolong didukung, jangan dinyinyirin yah teman-teman. Itu semua demi meningkatkan kesejahteraan kita dan saudara-saudara yang lain juga kok :).

 

Ekonomi RI Rata-rata Tumbuh 5,3%

Menurut laporan Bank Dunia dalam kuartal terbaru, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2018-2020 diproyeksikan mencapai 5,3%, sudah lebih tinggi dari pencapaian 2017 yang sebesar 5,1%. Dengan sejumlah perbaikan, pertumbuhan ini masih berpeluang untuk meningkat. Pertumbuhan ekonomi 2018 antara lain akan didukung berlanjutnya rally harga-harga komoditas.

Rodrigo A Chaves, Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste di Jakarta mengatakan PDB Indonesia tahun 2017 tumbuh 5,1% dipicu oleh investasi dan ekspor neto yang lebih kuat berkat perdagangan global yang  lebih baik dan berlanjutnya pemulihan harga komoditas. Selain itu investasi publik juga mendukung pertumbuhan, dengan total belanja pemerintah tumbuh paling cepat dalam tiga tahun terakhir.

“Kebijakan ekonomi makro yang baik telah berkontribusi pada pertumbuhan investasi yang mencapai tingkat tertinggi dalam lima tahun terakhir,” ujar Chaves.

 

 

Pentingnya Negara untuk Mengumpulkan Lebih Banyak Pendapatan.

Tahun ini, Bank Dunia juga fokus pada pentingnya negara untuk mengumpilkan lebih banyak pendapatan dan membelanjakannya dengan lebih baik guna mendukung pertumbuhan inklusif.

“Untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, Indonesia perlu melakukan belanja lebih efektif untuk pendidikan, membelanjakan lebih banyak di bidang prioritas seperti infrastruktur, kesehatan, bantuan sosial, serta mengumpulkan lebih banyak pendapatan dengan cara yang efisien dan mendukung pertumbuhan agar belanja juga meningkat,” ujar Frederico Gil Sander, ekonom utama untuk Bank Dunia di Indonesia.

Selain itu, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 akan berada di kisaran 5,4% – 5,8%. Investasi dan konsumsi rumah tangga diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran. Untuk konsumsi rumah tangga, Bappenas memprediksi bisa tumbuh 5 – 5,1% pada 2019.

Lalu untuk konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT), tahun ini ditargetkan tumbuh 9,3% dan tahun 2019 sebesar 9,2% – 11,1%. Lalu untuk konsumsi pemerintah, diperkirakan tahun ini tumbuh 2,8% – 3,7% lebih rendah dibandingkan target 5,4%.

Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi diperkirakan tumbuh 7,5 – 8,3% lebih tinggi dibandingkan target 7,1%. Ekspor dan impor pada tahun 2019 diprediksi masing-masing meningkat 6-7,3% dan 6,3-7,6% lebih tinggi dibandingkan target ekspor dan inmpor sebesar 4% dan 4,8%. Kepala Bappenas menyatakan pemulihan ekspor saat ini didukung membaiknya harga komoditas.

 

Bambang Brodjonegoro Menargetkan Tingkat Kemiskinan di Kisaran 8,5 – 9,5 persen pada 2019.

Angka yang diberikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas ini lebih rendah dibanding target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018 sebesar 9,5-10 persen.

“Tahun ini tingkat kemiskinan harus bisa di bawah 10 persen atau single digit. Kita belum pernah single digit sejak berdirinya negara ini,” ujarnya di depan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Kompleks Parlemen.

 

Bappenas juga Menargetkan Tingkat Ketimpangan Menurun.

Selain tingkat kemiskinan, Bappenas memberikan target untuk menurunkan tingkat ketimpangan menjadi di kisaran 0,38-0,39 pada 2019. Target tersebut lebih tinggi dibanding target dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2015-2019 sebesar 0,36 persen. Bambang menambahkan, tingkat ketimpangan menunjukkan tren penurunan dari sebelumnya di atas 0,4 menjadi 0,391 pada 2017.

 

Advertisements

One thought on “Indonesia yang Optimis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s