News

Jika Pemerintah Fokus pada Kebijakan Ekonomi dan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas

bank_indonesia_angkatan_xxxiii_2017_3
pic from bappenas

 

Jika Pemerintah Fokus pada Kebijakan Ekonomi dan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas –

Seperti yang kita tahu, Indonesia harus berjuang untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi di atas 6 persen agar bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.  Indonesia sudah menembus US$ 1 triliun, namun pertumbuhan ekonominya masih belum berkualitas.

 

[Baca postingan : Indonesia Menghadapi Tantangan yang Semakin Kompleks]

 

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, Indonesia sudah lama terjebak ke dalam status pendapatan menengah, sama seperti Thailand an Filipina. Indonesia masuk ke dalam kelompok pendapatan menengah sejak tahun 1985.

 

Malaysia adalah negara ASEAN yang berhasil melepas statusnya dari jebakan pendapatan menengah, karena pemerintahnya aktif memberikan beasiswa tingkat tinggi yang digunakan sebagai investasi sumber daya manusia.  Bambang memperkirakan, jika pemerintah fokus pada semua kebijakan ekonomi dan SDM yang berkualitas, Indonesia bisa keluar dari middle income trap.

 

“Angkatan kerja merupakan asset penting yang bisa mengubah status ekonomi. Angkatan kerja harus yang berpendidikan dan mengerti teknologi,” ujar Bambang Brodjonegoro.

 

Empat Langkah agar Indonesia keluar dari Income Middle Trap, menurut Menteri Bambang :

 

  1. Bonus demografi harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Pada tahun 2013 sampai 2020, siperkirakan populasi angkatan kerja menjadi 14-15 juta orang dan semakin bertambah pada 2020.
  2. Mengantisipasi urbanisasi. Bambang menyatakan, pertumbuhan perkotaan Indonesia termasuk cepat dan diperlukan perumahan layak serta kesiapan infrastruktur untuk mendukung laju urbanisasi.
  3. Harga komoditas harus benar-benar menjadi perhatian utama dan harus selalu dikontrol. Peningkatan harga komoditas menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi bisa naik kelas dan berdaya saing.
  4. Perubahan ekonomi global harus terus dipantau karena Indonesia sangat tergantung pada ekonomi Negara maju.

 

Puncak bonus demografi Indonesia terjadi di tahun 2030, di mana usia produktif semakin tinggi dan kesempatan ini yang harus dimanfaatkan dengan baik. Tapi, bonus demografi bisa juga menjadi senjata yang berbahaya jika tak dimanfaatkan. Kok bisa? Karena jika usia produktif tidak bekerja, mereka akan menambah pengangguran dan menjadi beban ekonomi.

Menurut data World Bank 2012, dari 101 negara pendapatan menengah pada tahun 1960, hanya 13 negara yang berhasil mencapai pendapatan tertinggi dan sebanyak 88 negara belum keluar dari status jebakan pendapatan menengah.

Korea Selatan merupakan negara yang berhasil keluar dari jebakan pendapatan menengah dan butuh waktu 15 tahun karena SDM-nya sangat berkualitas dan juga inovatif. Pemerintahnya juga mendukung dengan kebijakan ekonomi berkualitas.

Investasi merupakan hal penting untuk menciptakan ekonomi berkualitas dan lapangan kerja. Investasi bisa meningkat jika didukung kemudahan dalam perizinan dan peraturan yang tidak berbelit-belit.

 

 

“Indonesia belum terlambat untuk membangun infrastruktur dan harus terus didorong,” ujar Shinta Widjaja.

 

Tiga Syarat agar Indonesia menjadi Negara maju, menurut Shinta Widjaja Kamdani :

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja mengatakan,

  1. Pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas utama. Infrastruktur merupakan kunci dari pertumbuhan ekonomi berkualitas. Banyak Negara maju yang infrastrukturnya sudah terintegrasi, mulai dari transportasi umum hingga bandara dan jalan tol.
  2. Kualitas SDM harus bisa berdaya saing dan mengerti teknologi digital. SDM merupakan basic ekonomi suatu Negara. Tanpa SDM berkualitas, Negara tidak akan maju. Banyak sekali SDM Indonesia yang ada di usia produktif dan perlu diajarkan perkembangan teknologi digital agar tidak tertinggal. SDM yang pintar teknologi akan membuat status Negara menjadi meningkat.
  3. Indonesia harus mulai memperbanyak perjanjian dagang untuk membuka akses pasar ekspor.

 

Shinta menilai, Indonesia sudah mulai menuju ke pembangunan infrastruktur yang berkualitas tetapi masih belum 100 persen. Pemerintah sudah mulai membangun proyek infrastruktur pusat dan daerah, itu perlu dilanjutkan.

Jika tiga syarat itu direalisasikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa di atas 5 persen, ujar Shinta Widjaja.

 

Nah, bagaimana menurut teman-teman? Sepertinya kita juga bisa turut membantu pemerintah dengan cara lebih melek teknologi digital ya? 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Jika Pemerintah Fokus pada Kebijakan Ekonomi dan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas

  1. Syukur Pak Jokowi sudah membangun infrastruktur di Indonesia secara lebih merata nggak hanya untuk di Jawa saja.
    Ke depannya semoga Indonesia lebih memudahkan mengurus perijinan usaha, juga memberikan banyak beasiswa bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan berkualitas.

  2. Melek teknologi digital harus dibarengi edukasi yang mumpuni. Tanpa itu, manusia seperti tersesat di hutan informasi. Banyak hoax bertebaran. Sudah waktunya belajar teknologi digital dengan tuntas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s