DailyLife

Ekonomi Syariah di Indonesia

Foto dari grup W.A

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai sangat berpotensi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

Melalui Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2016 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah, Pemerintah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Komite yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ini didirikan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi serta menjawab tantangan keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia.

Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sekaligus Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Bambang Brodjonegoro mengatakan dalam keterangan tertulis yang diterima oleh media online Republika “Pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) adalah wujud komitmen pemerintah untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, secara serius dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan”.

 

Bambang Brodjonegoro juga mengatakan “Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia harus mampu mengembangkan industri keuangan dan ekonomi syariah agar ke depan menjadi kiblat dalam bisnis keuangan syariah di dunia”.

Masuknya keuangan serta ekonomi syariah dalam arus utama strategi nasional, diyakini akan membantu pemerintah mencapai tujuan pembangunan.

Ini 6 cara yang bisa dilakukan :

  • Menarik investasi asing untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur, pendidikan dan pertanian yang diperlukan. Investasi bisa berasal dari investor Islam dari negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC), investor konvesional internasional dan ASEAN yang mencari kelas aset baru untuk memperluas portofolio investasi mereka dalam instrumen syariah, ataupun dari investor negara barat yang hanya berinvestasi dalam proyek-proyek yang bertanggung jawab secara etis dan sosial.
  • Menggerakan tabungan domestik untuk mendanai proyek-proyek nasional dan mendukung investasi yang lebih baik.
  • Mendiverifikasikan sumber dana untuk pemerintah dan sektor korporasi untuk manajemen resiko yang lebih baik.
  • Memperluas jangkauan dan penetrasi fasilitas keuangan bagi semua segmen masyarakat, termasuk rumah tangga yang kurang mampu.
  • Meningkatkan daya saing industri keuangan dengan mempromosikan persaingan yang sehat antara institusi keuangan konvesional dan syariah dengan berfokus pada inovasi produk, kualitas pelayanan dan efisiensi melalui skala ekonomi dan tataran bermain yang setara.
  • Menjadikan Indonesia negara dengan ekonomi yang mandiri dan mampu menghadapi tantangan dari integrasi ASEAN mendatang.

 

Lalu, ada 3 bidang utama yang diperlukan untuk menjadi fokus pengembangan dan dipertimbangkan untuk menjadi strategi nasional pengembangan ekonomi dan keuangan syariah ke depan.

  1. Penguatan sektor ekonomi syariah.

Rantai pasokan komoditas halal merupakan potensi yang sangat besar. Agar optimal, langkah-langkah untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi membutuhkan satu strategi dan program implementasi yang efektif, efisien serta terintegrasi.

  1. Peningkatan efisiensi di pasar keuangan syariah.

Peningkatan kapasitas dan efisiensi pada sektor keuangan komersial syariah mencakup perbankan syariah, pasar modal syariah serta lembaga keuangan non-bank syariah. Sektor dana sosial keagamaan meliputi sektor zakat dan wakaf yang berpotensi untuk memberikan akses yang jauh lebih luas kepada masyarakat pra-sejahtera agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang murah.

  1. Penguatan fungsi riset, penilaian dan edukasi.

Perlu ada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kapasitas tersebut dapat ditingkatkan melalui berbagai kegiatan riset berkualitas dan pelatihan. Jadi tidak hanya akses keuangan yang bisa diperluas, tetapi setiap warga Indonesia akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan keahlian, supaya dapat menjadi bagian penting dari proses pembangunan nasional.

 

Menteri Bambang mengatakan pengembangan ekonomi syariah bisa dimulai dengan cara memberdayakan sektro riilnya. “Perbankan hanya bisa jalan kalau sektor riilnya jalan. Kalau sektor riilnya jalannya tidak baik, maka sektor perbankannya akan berjalan tertatih-tatih. Kita ingin agar pengembangan sektor ekonomi syariah ini dari pengembangan sektor riilnya”, ujar Bambang dalam konferensi pers Peluncuran Komita Nasional Keuangan Syariah, di Fairmont Hotel, Jakarta, Jumat 28 Juli 2017.

 

Banyak sekali sektor riil yang bisa dikembangkan untuk memberdayakan ekonomi syariah. Ada industri barang-barang halal, komoditi halal, agricultur, sampai halal tourism yang perlu terus didorong untuk pengembangan ekonomi syariah ke depan, halal lifestyle.

Pemerintah akan mendorong partisipasi kaum Muslim dalam wirausaha. Mereka berharap, wirausaha yang berkembang di wirausaha Muslim tersebut akan menumbuhkan bisnis dan kegiatan ekonomi syariah yang akan membuka dukungan sektor keuntungan syariah.

 

 
* Bahan tulisan dari :

– https://www.google.co.id/amp/m.republika.co.id/amp_version/otqkwq425

– https://www.google.co.id/amp/m.republika.co.id/amp_version/otqlfh425

– https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/3576515/strategi-jitu-pengembangan-keuangan-syariah-di-ri

– https://finance.detik.com/read/2017/07/28/170425/3578091/4/punya-penduduk-muslim-terbesar-jokowi-serius-garap-ekonomi-syariah

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Ekonomi Syariah di Indonesia

  1. thanks for sharing mba, semoga kelak negara kita bisa menerapkan Ekonomi Syariah seutuhnya dengan tidak mengesampingkan kebutuhan semua warga negaranya. Ammiin

    salam kenal ya mba, saya Enny yang komen di grup fb KEB minta link untuk saling BW 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s