DailyLife · Krucils

Gigi Ompong? Siapa Takut!

Cerita gigi anak
Foto terbaru. Sudah dapat persetujuan dari anaknya buat dipajang di blog :))

Pertengahan bulan Mei kemarin, Herbie dengan lantangnya berteriak.. “Mamaaaaa! Gigiku goyaaaaaannggg!!”.

Yep, si anak dengan gengsi tinggi itu mulai panik saat melihat dan memegang giginya ketika dia sedang bercermin. Mungkin dia membayangkan, betapa menyeramkan jika suatu saat giginya benar-benar tanggal, dan dia akan diejek oleh teman-teman sekelasnya, seperti yang dialami oleh Wilson. Mungkin.

Saya mengerti kekhawatiran Herbie, karena ini pertama kalinya dia merasakan giginya bergoyang, tanda akan segera tanggal. Di satu sisi saya senang. Saya tidak bisa membayangkan harus mengajak Herbie ke dokter gigi untuk mencabut giginya, jika gigi tetapnya tumbuh sebelum gigi susunya tanggal. Saya selalu merasa kalau gigi Herbie sangat kuat. Bagaimana tidak? Anak ini mempunyai sweet tooth, hampir semua jenis permen dan coklat dilahapnya. Pernah suatu hari, saya menemukan dia sedang tidur siang dengan mulut belepotan coklat. Duh 😦

Di sisi lain, saya bingung. Memikirkan bagaimana cara mengatasi kekhawatiran berlebih yang sedang Herbie alami. Lalu saya teringat, awal bulan Mei kemarin, salah satu saudara yang umurnya lebih tua satu bulan dari Herbie juga sedang merasakan hal yang sama. Bedanya, satu gigi geraham milik saudaranya sudah tanggal terlebih dahulu. Nah, pengalaman saudara dan masnya saya angkat untuk menenangkan Herbie. Tentunya saya juga mengingat-ingat, apakah teman sekolah Herbie ada juga yang giginya sudah tanggal.

Setelah saya bercerita panjang lebar sambil bermain kartu “cangkul” dengan anak-anak, saya mengatakan dengan sedikit penekanan ke Herbie, kalau fase ini memang harus dilalui. Sambil saya katakan juga pengalaman saya saat mengalami hal yang sama. Betapa senangnya saat akan masuk kelas 1 SD, gigi saya sudah tanggal, kalau tidak salah dua gigi.

“Itu tandanya kamu bertumbuh.”

Sambil merapikan kartu, Herbie tersenyum.

Selang dua minggu kemudian, hari yang dinanti datang juga. Waktu menunjukkan pukul enam sore, saat Herbie dan adiknya sedang menikmati sepiring gado-gado. Lalu Herbie memanggilku, berkedip dan tersenyum, sambil memegang sesuatu.

“Sudah copot ya? Coba sini, mama lihat.”

“Udah Ma, kirain tadi batu. Hampir aja kemakan. Ternyata nggak sakit ya!”

Sampai di rumah, Herbie bercermin dan tersipu-sipu. Setelah itu dia mencari Wilson untuk memberikan sebungkus gado-gado dan juga memamerkan penampilan terbarunya.

“Liat aku deh..” kata Herbie

“Udah copot Bie? Kapan?” sahut Wilson.

“Tadi, pas makan gado-gado. Nggak sakit. Tinggal sebelahnya lagi nih, masih goyang dikit”

“Ciyeee.. yang mau kelas satu! :)) Eh iya, gigi taringku juga goyang tauk!”

“Sip, bagus! Kita balapan!” kata Herbie.

 

Keesokan harinya saat pulang dari sekolah, Herbie bercerita kalau ibu guru melihat penampilan barunya. Setelah itu Herbie diberikan selamat, teman-temannya diminta untuk bertepuk tangan. Ritual baru di kelas Herbie, kalau ada anak yang giginya sudah tanggal akan diberikan selamat dan tepuk tangan dari warga kelas. Herbie senang, Mamanya juga senang. Terima kasih ibu guru! 🙂

 

Advertisements

7 thoughts on “Gigi Ompong? Siapa Takut!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s