DailyLife

[News] Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Ekonomi –  Ketimpangan sosial selama ini seolah menjadi isu yang tak kunjung bisa terselesaikan. Selama sekian dekade, Indeks Gini Ratio Indonesia meskipun berkembang fluktuatif, namun apabila kita amati, trend-nya memiliki kecenderungan terus naik. Banyak faktor yang melatar belakangi terjadinya ketimpangan sosial ini, kembali lagi Indonesia merupakan negara yang unik dengan segala hal yang dimilikinya.

Jika ditinjau dari aspek demografi, kita sama sama tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah Penduduk terbesar di dunia, apa hubungannya? Tentunya ada, pertumbuhan penduduk yang berkembang menurut deret ukur sedangkan pertumbuhan lapangan kerja menurut deret hitung menjadi Pekerjaan Rumah bagi pemerintah. Pertumbuhan penduduk menimbulkan kepadatan penduduk.

Jika kepadatan penduduk tidak diiringi dengan penyebaran penduduk yang merata, maka akan melahirkan kesenjangan yang tak terelakkan. Sebagai contoh pendapatan perkapita penduduk Indonesia yang tinggal di Jawa tentunya akan berbeda dengan Penduduk di Sumatra, Sulawesi dan Papua. Kenapa demikian? Munculnya ketimpangan yang dilihat dari faktor ekonomi biasanya terjadi karena adanya perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan faktor produksi. Daerah yang memiliki sumber daya dan faktor produksi, terutama yang memiliki barang modal (capital stock) akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak dibandingkan dengan daerah yang memiliki sedikit sumber daya.

Lantas pertanyaan lainnya timbul, “apakah berarti wilayah di luar Jawa menjadi penyebabnya?” Sebenarnya tidak, apabila semua sinyalemen tersebut digarap serius oleh Pemerintah. Karena pada kenyataannya, banyak sumber daya produksi dan potensi lain yang bisa diolah, namun belum sepenuhnya dikembangkan dan menjadi fokus dari Pemerintah.

Pendapatan per Kapita dan Rasio Gini

Fenomena Econonomic Growth Vs Gini Ratio

Berdasarkan data diatas , dapat kita tarik kesimpulan bahwa selama tahun 2008 hingga tahun 2013 Indeks Gini Ratio Indonesia terus melambung naik, di sisi lain terdapat hal unik yang menjadi prestasi Pemerintah, yaitu meningkatnya income perkapita penduduk Indonesia dari tahun ke tahun (YoY). Banyak para pakar ekonomi menyatakan bahwa kedua hal tersebut bak dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Lalu, apa artinya? Jika fokus pada pertumbuhan ekonomi, maka konsekuensi logisnya adalah meningkatnya gini ratio.

Seperti yang kita ketahui, sejak tahun 2015, Rasio gini di Indonesia terus naik dari 0.30 hingga sempat menyentuh level yang mengkhawatirkan, yaitu 0,41% di akhir pemerintahan yang sebelumnya. Kemudian sekarang sudah turun lagi menjadi 0,397.

Banyak ekonom dan berbagai pihak meragukan gini ratio bisa ditekan ketika pertumbuhan ekonomi tinggi. Tapi kenyataannya, di zaman pemerintahan Presiden Joko Widodo bisa diatasi. Caranya dengan menggenjot infrastruktur. Infrastruktur di sini bukan jalan tol dan bandara, tetapi infrastruktur bendungan, jalan arteri, pelabuhan, irigasi dan lain sebagainya.

photo
Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro

 

Wajar kalau banyak yang khawatir karena rasio gini menjadi 0,41%, karena itu dianggap sebagai batas yang perlu mendapatkan perhatian. Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, saya melihat kesenjangan dan kemiskinan adalah satu paket. Maksudnya, kalau kita ingin mengurangi kesenjangan secara lebih cepat, jadi ingin rasio gini turun lebih cepat. Maka, yang 40% terbawah itu harus diberikan intervensi yang cukup intensif.

Jadi kita berbicara 40% terendah, 40% tengah dan 20% teratas. Jadi kalau 40% terendah ini kita bereskan itu tidak hanya mengurangi kemiskinan, tetapi juga mengurangi kesenjangan.

 

101790-2016-kesenjangan-penduduk-indonesia-menurun

Dari Tahun 2013 – 2016, grafik menunjukkan bahwa indeks gini ratio mengalami trend penurunan, di sisi lain di tahun yang sama ekonomi juga terus tumbuh. Hal ini mungkin disebabkan oleh kebijakan strategis dari pemerintah. Menarik untuk menelisik lebih lanjut, mari kita amati bersama.

 

Economic

 

Kalau kita amati, patut kita berikan apresiasi kepada pemerintahan di era kepemimpinan Joko Widodo. Banyak hal yang tidak dilakukan oleh pemerintahan di era sebelumnya seperti : penerapan sistem pajak berkeadilan ( pajak progresif ), pembagian akses lahan, kredit dengan suku bunga terjangkau dan perumahan dengan harga terjangkau (KPR bersubsidi). Presiden Joko Widodo berhasil menjawab semua hipotesa yang selama ini salah, dan PR yang selama ini tak pernah terselesaikan. Bukan hal yang mustahil bahwa ekonomi dapat tumbuh dan ketimpangan dapat berangsur turun tentunya dengan berbagai kebijakan yang berkeadilan dan tepat sasaran.

Strategi penyelesaian persoalan ini sekarang ada pada Menteri Perencanaan dan Pembangunan (PPN) / Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro. Kepala Bappenas berkewajiban untuk menyusun strategi agar persoalan ini bisa diselesaikan dengan cepat.

 

Advertisements

13 thoughts on “[News] Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Ekonomi

      1. kamu jago skali mbak! Semangaaatttt…..
        Btw iseng2 aja nulis 17 questions about the first born aja mbak, yang lagi heits di kalangan emak2 ituh. Aku juga udah ikutan nulis kok, hehe 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s